Senin, 13 Agustus 2012

"S E N I"

Saya bayangkan jika hidup kita tanpa "seni", akan hampa. Karena kehidupan yang kita jalani itupun adalah suatu seni. Jadi, apapun yang kita lakukan, apapun yang kita kerjakan, tanpa kita sadari kita sudah melakukan suatu kesenian. Dari kita membuka mata, menyisir rambut sebelum keluar kamar, melipat selimut, membuka pintu dan jendela, bebenah rumah, mandi, berdandan, berpakaian....dalam perjalanan, tiba di kantor : bekerja, berinteraksi dengan rekan kerja, dengan kolega, dan seterusnya sampai kita tidur...., rasakanlah, nikmati......semua berirama.... !!! Seirama kehidupan yang  kita jalani.
Seni itu indah. dan seni tidak hanya terbatas pada seni tari, seni suara maupun seni lukis saja.  Yang namanya seni,  ternyata sangat luas penjabarannya. 
Siapa bilang ada orang yang didalam kehidupan ini tidak bisa melakukan kesenian ?.  "Nggak bakat", kata mereka. Padahal yang ada, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dalam kesemua tindakannya, sebenarnyalah dia sedang  menerapkan suatu seni.Kita berjalan, berbicara, tersenyum, menyapa, menyetir mobil, berbelanja, berdagang....Siapa yang tidak pernah melakukan ini semua didalam kehidupannya  ? 
Itulah indahnya seni....itulah indahnya kehidupan...Terimakasih Tuhan.

Sabtu, 04 Agustus 2012

"SEKELUMIT KISAH TENTANG POLISI dan SATPAM"

Pagi-pagi pkl. 05.30,  Bu Dita membangunkan Sutinah kenalannya dengan hp.nya.
Bu Dita : "Pagi Bu Sutinah, maaf pagi-pagi sudah mengganggu Ibu. Tolong dong Bu, carikan 3 satpam untuk menjaga gudang saya".
Sutinah : "Looh...memangnya satpam yang lama pada kemana Bu ? Apakah pada mau mudik lebaran, dan tidak pada balik lagi ? 
(selidik Sutinah persis detektip).
Bu Dita  : "Selama ini saya kan nggak ada satpam Bu...."
Sutinah : "Trus...selama ini nggak ada yang jaga ya ?

Bu Dita  : "ada sih Bu....naah,  itulah masalahnya.....dari awal saya tidak memakai jasa satpam untuk menjaga gudang, sebagai gantinya saya  membayar polisi setempat..."
Sutinah  : "Oooh, begitu, lebih aman dong ya...???"
Bu Dita : "Tapi bukan masalah aman atau tidak amannya sih Bu, hanya saja menurut pegawai-pegawai saya,  sudah hampir setahun ini gudang tidak pernah rutin dijaga, jadi kalau pas jam kerja, tamu-tamu pada nyelonong masuk begitu saja....nggak ada yang menyambut,  dan nggak ada yang mengarahkan...
Sutinah : "Oke Bu, akan saya persiapkan...Beri saya waktu 5 hari ya Bu, untuk mempersiapkannya"
(Mimpi apa ya kira-kira Sutinah semalam...? Pagi-pagi buta sudah dapat job...)
Bu Dita : "Ya Bu, terimakasih atas bantuannya..."
Sutinah  : "Sama-sama Bu, terimakasih kembali, karena sudah
mempercayai saya".
(Hari-hari Sutinah selanjutnya, disibukkan dengan mempersiapkan 3 satpam untuk menjaga keamanan gudang kenalannya tersebut). Dan iga hari kemudian hampir tengah malam, Bu Dita menghubungi Sutinah.
Bu Dita  : "Bu Sutinah....maaf yaa, satpamnya nggak jadi..."
Sutinah : "Memangnya kenapa Bu ? Ini kami sudah siap, tinggal menunggu saja kapan mulai jaganya...?"
Bu Dita : "Aduuuh Bu Sutinah...maafkan saya, dengan sangat terpaksa saya membatalkannya... " 
(Sutinah bayangkan,  pastilah Bu Dita ngomongnya dengan perasaan yang super galau, atau galau tingkat tinggi bahasa kerennya).
Sutinah : (dengan sok sabar dan sok bijaksana) "Oke Bu... nggak apa-apa...nggak masalah...tapi gimana ceritanya Bu, kok sampai batal ?"
Bu Dita : "Pak Polisinya marah-marah Bu..katanya kalau sampai penjagaan gudangnya diganti satpam, gudangnya mau dibikin banyak masalah...katanya kita mau dijadikan bulan-bulanan. Jadi  saya takut Bu mau mengalihkan penjagaan gudangnya ke Satpam"
Sutinah : ? ? ? ? ? ? ? ?
 Wooow......wooow.......woooow....kereeen.........!!!!!






Jumat, 03 Agustus 2012

"RAKSASA"


Apa yang terlintas dalam pikiran kita, jika mata kita melihat sosok raksasa seperti dalam foto diatas  ?. Menakutkanya.....!!!.  Memang sih, postur tubuhnya macho, macam Vin Diesel. Rambutnya ? tren anak gaul  masa kini, macam Bob Marley.. Suaranya ? menggelegar, jantan, macam Elvys Presley atau Paparotti. Tetapi tetap saja...menakutkan...!!! Tak jarang pas pentasnya Raksasa, diantara penonton terdengar suara tangis anak-anak batita dan balita.
Menilik kelakuannya, yang terbayang di benak kita adalah : sosok yang bengis, rakus, kasar, egois  dan mau menang sendiri.
Kalau saya, melihat tampilan sosok seperti diatas. di benak saya langsung tercetak kalimat "Angkara Murka".  Entahlah  kenapa, terbayang begitu saja....!
Melihat penampakannya sih, benar sekali tentunya kalau raksasa tersebut  pastilah rakus dan menangan.   Dan karena sikap egois dan maunya menang sendiri tersebut, pastilah untuk memuaskan perutnya, untuk memuaskan nafsunya, beliau raksasa pastilah berani menghalalkan segala cara (hemm....mengerikan...!).
Beruntunglah kita,  yang tidak pernah bertemu di dunia nyata ini, dengan sosok raksasa seperti bayangan kita tadi. . Bagaimana menurut anda ? Adakah sosok raksasa yang ada disekitar anda ?

Kamis, 02 Agustus 2012

SUATU SENJA BERBINCANG DENGAN SOPIR TAXI

Suatu senja, sepulang dari suatu urusan, saya pulang dengan naik taxi. Drivernya sangat ramah (sebut saja dengan sebutan Mr. X). Dari dia tanya alamat yang akan kami tuju, tahulah dia bahwa saya orang baru di Wilayah ........... ini (dari logat bahasaku yg medok tentunya yaa hehe...). Dia mulai perbincangan ini dengan pertanyaan standard  :
Mr. X :  "Ibu orang baru disini ya...? "
Saya :  "Iya Pak...."
Mr X : "Dari mana Ibu...? ".
Saya : "Dari Solo"
Mr X : "Kalau boleh saya beri saran...Ibu hati-hati ya di wilayah sini...."
Saya : "Iya pak...terimakasih, dan akan saya perhatikan saran bapak"
Mr X : "Yaah...biar ibu jangan kaget saja, ibaratnya disini ini orang makan orang bu..."
Waah....menarik juga topiknya...sayang jika dilewatkan....
Saya : "Begitu ya Pak...?"
Mr X : "Disini mah, lebih banyak orang jahatnya bu...dibandingkan dengan orang baiknyaa...."
Saya : "Separah itukah pak ?"
Mr X : "Disini mah semua-semua dikuasai preman bu...!! Coba saja ibu bayangkan, dari lepas lohor bu saya ngantri, baru sekarang ini saya dapat jatah narik penumpang lagi..."
Saya : "o ya...? baru sepi ya pak ?"
Mr X : "Bukan karena sepi bu....tapi karena sistim antri yang diterapkan oleh orang-orang malas itu.saja jadinya begini. Baik angkot, taxi semua dikuasai mereka....."
Saya : "Kook...???? belum selesai saya ngomong sudah disambar sama Mr X...
Mr X : "Iya buu...kan setiap kita jalan mereka bisa mengutip sejumlah uang dari kita..."
(Oooo....pungli oleh rakyat dari rakyat to ???)
Saya : "Kenapa nggak pada protes pak...? -- (tanya saya)
Mr X : "Yah, ibu...mana kita berani bu...polisi saja pada nggak beraniiii...."
Waaah...hebat juga  preman-premannya....polisipun takuut....!!! (kata saya...tapi hanya dalam hati...)
Mr X : "Kita orang kecil mah ...nggak bisa berbuat apa-apa....yaah biarkan saja bu, biar Tuhan saja nanti yang mengadili  mereka....Tuhan kan pasti lihat mereka....."
Saya : "Ya pak...." -- (bingung...mau ngomong apalagi yaa...?)
Mr X : "Di wilayah ibu dong enak bu...mau becak, mau angkot, mau taxi...semua bebas narik kemana-mana ...bebas sesuai lahan merekaa...
Saya : "Kenapa nggak pindah saja pak, ke wilayah sana....?"
Mr X : "Dulu disana juga sama saja kok bu dengan disini...karena Gubernurnya baru dan baik saja...sekarang disana menjadi baik dan lebih nyaman...coba disini Gubernurnya bisa bergerak seperti disana...Orang malas tidak akan menjadi semakin banyak..."
Saya : "Kirim surat ke pak Gubernurnya no pak..." (harap saya Mr. X mengiyakan...)
Mr X : Sudahlah bu...saya terima nasib saja...biarlah mereka-mereka yg suka merecoki orang-orang kecil seperti saya diurus Tuhan nantinya..."
-----> Suatu Kepasrahan Yang Teramat Menyakitkan <-----